BNNP Malut Menang dari Gugatan Praperadilan Tersangka Narkoba

Sidang putusan atas gugatan praperadilan keluarga tersangka Narkoba yang berlangsung di PN Ternate. (BNNP Malut for NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Ternate yang diajukan Fahmi Mahmud, selaku Kakak tersangka Narkoba RM alias A (25), warga Kelurahan Goto, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan.

RM alias A ditangkap tim pemberantasan BNNP Malut atas kepemilikan Narkotika golongan 1 jenis sabu (methamphetamin) seberat 22,16 gram pada Senin 8 Agustus 2022 lalu. 

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ferdinal menghadirkan termohon Kepala BNNP Malut yang diwakili Kasubdit Bankum BNN RI, Toton,  M. Rochib, Feriza Ali dan Sri Maryati dan juga tim  kuasa hukum tersangka.

Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol Dr. Agus Rohmat menuturkan, dalam pemberantasan Narkoba, pihaknya kembali menunjukkan profesionalisme. Di mana pada Senin 3 Oktober 2022, BNNP Malut dinyatakan menang praperadilan berdasarkan amar putusan PN Ternate Nomor 4/Pid.pra/2022/PN Tte.

“Yang isinya menolak permohonan praperadilan pemohon Fahmi Mahmud, Kakak tersangka,” ujar Agus kepada wartawan, Senin (3/10) kemarin.

Lanjutnya, dalam putusan itu, hakim PN Ternate  didasarkan atas pertimbangan RM alias A tertangkap tangan berdasarkan surat perintah penangkapan yang sah bernomor: Sprin-Kap/07/VIII/2022/BNNP tanggal 8 Agustus 2022. Selain itu, surat perintah perpanjangan penahanan juga sah menurut hukum.

Penetapan tersangka juga telah memenuhi alur penanganan perkara dengan bukti-bukti saat penangkapan berikut bukti laboratorial uji Narkoba dari Polda Sulawesi Selatan.

Selain itu, kata Jenderal bintang satu ini, RM sebelum ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa sebagai calon tersangka sesuai amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 21/PUU-XII/2014 dengan adanya bukti surat berita acara interogasi saksi RM dan juga surat perintah penahanan yang ditandatangani Kepala BNNP Maluku Utara tanggal 14 Agustus 2022.

“Surat itu dinyatakan hakim telah memenuhi syarat, baik subjektif maupun objektif. Dengan demikian, apa yang dinyatakan kuasa hukum tersangka bahwa penahanan atas tersangka RM 14 September 2022 lalu tidak sah, rekayasa atau error in personal, berhasil dipatahkan oleh tim hukum BNNP Malut,” jelasnya.

Agus menegaskan, pihaknya tidak akan lengah apalagi tunduk terhadap upaya melawan hukum terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekursor Narkotika.

“Dalam menjalankan program P4GN harus didukung seluruh komponen masyarakat, hal ini untuk bisa mewujudkan Maluku Utara Bersinar (bersih barkoba),” pungkas mantan Kabid Hukum Polda Metro Jaya itu. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *