Damai Setelah Penetapan Tersangka, Istri dan Keluarga Mendiang Burhan Abdurahman Cabut Laporan

Surat kesepakatan damai yang diperlihatkan kedua belah pihak bertempat di Ditreskrimum Polda Malut

PENAMALUT.COM, TERNATE – Belum lama ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara dan Polres Ternate menetapkan istri dan keponakan mendiang mantan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman, Rosdiyana dan Runi Rahmatia sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan serta penghinaan atau pencemaran nama baik.

Baik Rosdiyana maupun Runi merupakan terlapor dan pelapor di dua kasus yang berbeda itu. Rosdiyana melaporkan Runi di Polda Malut dengan tuduhan penganiayaan. Sementara Runi melaporkan Rosdiyana ke Polres Ternate dengan tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Setelah kasus ini kedua-duanya dinaikkan ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka, pada Selasa (18/10) tadi sudah dihentikan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Malut maupun Polres Ternate. Ini setelah kedua belah pihak bertemu dan bersepakat berdamai, kemudian laporan tersebut dicabut.

”Tadi Alhamdulillah di Krimum Polda yang dipimpin oleh Wadir Krimum dilakukan restorative justice (keadilan restoratif) terhadap perkara yang dilaporkan keduanya resmi dihentikan, baik di Polres dan Polda,” kata kuasa hukum Runi Rahmatia, Bahtiar Husni, kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG) tadi.

Menurutnya, perdamaian ini dilakukan setelah pelapor dan terlapor dan sebaliknya sudah bersepakat berdamai dan mencabut laporan mereka masing-masing.

”Jadi kasus yang dilaporkan baik di Polres maupun Polda Malut sudah dihentikan semuanya,” jelas Bahtiar.

Sekadar diketahui, insiden ini dipicu perebutan harta warisan yang terjadi di Restoran Grand Fatma, Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu 25 Mei 2022 lalu. Bermula ketika keluarga dekat mendiang Burhan Abdurahman mendatangi Restoran Grand Fatma dan mengambil sejumlah fasilitas di dalam Restoran yang sementara itu dikuasai oleh Rosdiyana.

Dari situ kemudian terjadi cekcok hingga berujung penganiayaan. Rsodiyana kemudian membuat laporan ke Polda, sementara Runi juga membuat laporan ke Polres Ternate. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *