Proyek Irigasi Auponhia dan Swering di Sula Jadi Temuan BPK, Nilainya Fantastis

BPK Perwakilan Malut

PENAMALUT.COM, SANANA – Sejumlah proyek fisik di Kabupaten Kepulauan yang dikerjakan di era Bupati Hendrata Thes menjadi temuan badan pemeriksaan keuangan (BPK) Perwakilan Maluku utara.

Pekerjaan tersebut diantaranya Irigasi Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, dan pekerjaan peningkatan fasilitas pendukung swering di Desa Mangon, Kecamatan Sanana. Bahkan temuan kedua proyek tersebut bernilai fantastis.

Informasi yang dihimpun wartawan Nuansa Media Grup (NMG) berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK Nomor: 19.A/LHP/XIX.TER/5/2019 tertanggal 22 Mei 2019 atas pekerjaan Bendungan Irigasi Auponhia terdapat temua kerugian Negara sebesar Rp 1. 092.771.613,35.

Sementara untuk pekerjaan pendukung swering di Desa Mangon terdapat kerugian Negara berdasarkan LHP BPK Nomor: 16/LHP/XIX.TER/12/2021. Di mana sejumlah item dalam pekerjaan ini menajdi temuan berupa kekurangan volume dan denda keterlambatan atas pekerjaan.

Proyek bendungan Irigasi di Desa Auponhia yang rusak parah

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik BPK bersama PPTK dan Inspektorat Kepulauan Sula pada tanggal 8 November 2021 terdapat kekurangan volume pada item pekerjaan pondasi poer K-275 ukuran sebesar 800×800 dan struktur beton kolam K2 k-250 ukuran 200×200. BPK Mencatat kerugian negara atas pekerjaan swering ini senilai Rp 100.595.041,68, serta denda keterlambatan kepada pihak pekerja sebesar Rp 84.673.257,18.

Dua proyek fisik itu diketahui dianggarkan cukup besar. Proyek Irigasi Desa Auponhia yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Rakyat (PUPR)  Sula dan dikerjakan PT. Kristi Jaya Abadi berdasarkan surat perjanjian kontrak Nomor: 910.916/ 610.22/ 16/SP/DPUPRPKP-KS/IV/2018 tanggal 27 April 2018 senilai Rp 11.292.633.516,73 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2018.

Sedangkan untuk pekerjaan peningkatan swering Desa Mangon dianggarkan dua tahap, yakni pada tahun 2019 senilai Rp 1,4 miliar yang dikerjakan CV Permata Membangun dan pada tahun 2020 senilai Rp 2,6 miliar yang dikerjakan CV Sarana Mandiri. Progress kedua pekerjaan ini tak sesuai dengan ploting anggaran.

Lihat saja, proyek Irigasi Auponhia yang nilainya miliaran rupiah sekarang sudah rusak parah. Begitu juga swering Desa Mangon yang sudah terbengkalai. Bahkan penegak hukum baik Polda maupun Kejati Malut sudah didesak untuk menelusuri proyek tersebut. (ish/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *