Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Malut Diperiksa Kejati Terkait Proyek Bermasalah

Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Malut, Muliadi Tutupoho, diwawancarai wartawan usai dimintai keterangan oleh Kejati. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara memeriksa Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Malut, Muliadi Tutupoho, atas dugaan proyek pembangunan depo arsip bermasalah.

Selain Muliadi, pemilik CV Fausta Pratama, Irfan Faisal, selaku rekanan pekerjaan proyek yang dianggarkan dua tahap dengan nilai Rp 1,8 miliar itu juga diperiksa lembaga Adhyaksa itu pada Selasa (1/11) tadi.

Kepala Disarpus Malut, Muliadi Tutupoho usai diperiksa tim penyelidik bidang Intelejen Kejati mengatakan, dirinya dipanggil kaitannya dengan berita yang beredar terkait proyek tersebut.

“Kita dimintai keterangan kaitannya dengan berita yang beredar itu. Dan dinas itu punya pekerjaannya sebatas dukungan administrasi. Ada pihak penyedia juga hadir untuk memberikan keterangan agar supaya informasi ke publik itu jelas,” ujarnya.

Menurut Muliadi, pekerjaan itu sudah mengikuti prosedur dan tidak ada mark up di dalamnya.

“Tidak ada buat-buat. Semuanya transparan, dan progres sekarang sudah berjalan dari fondasi hingga tiang bangunannya. Kita diperiksa terkait tahap satunya itu pengadaan tiang pancang dengan total anggaran sebesar Rp 550 juta pada tahun 2021 dengan jangka waktu 45 hari,” ucapnya.

Sementara Direktur CV Fausta Pratama, Irfan Faisal, mengaku masalah proyek Disarpus itu betul-betul dirinya sebagai pelaksana.

“Saya yang mengerjakan tahap satu sampai 100 persen, sampai pada penyerahan. Sesuai kontrak 45 hari kalender berakhirnya di Desember 2021. Starnya dari 22 Oktober,” ungkapnya.

Ia menyebut selain diminta klarifikasi,  dirinya juga menyerahkan beberapa dokumen yang diminta, seperti kontrak dan berita acara serah terima barang/jasa dan lainnya.

“Semua sudah disampaikan ke pihak Kejati,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan gedung depo arsip tahap pertama senilai Rp 572.412.000 yang dikerjakan CV. Fausta Pratama pada November 2021 lalu hingga kini tak ada progres pekerjaannya.

Hasil penelusuran wartawan, proyek yang berlokasi di belakang Dinas Kearsipan dan Perpustakaan di Sofifi itu tak terlihat adanya tanda-tanda pembangunan.

Pemilik CV. Fausta Pratama, Irfan saat dikonfirmasi, mengaku tidak terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut. Bahkan ia juga tidak tahu siapa pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek itu.

”Itu (perusahaan) mungkin dipakai orang, saya juga lupa. Mungkin belum cair. Nanti saya cari tahu lagi. Seingat saya proyek depo arsip itu dulu tidak jadi. mungkin begitu,” katanya kepada wartawan, Rabu (5/10) lalu.

Setelah ditelurusi lebih lanjut, ternyata ada nama Abdurrahman yang diketahui melaksanakan pekerjaan tersebut. Abdurahman ketika dikonfirmasi, ia juga mengaku pekerjaan itu telah selesai dikerjakan dan menghabiskan Rp 550 juta, namun hanya untuk pengerjaan tiang pancang.

“Tahap satu itu anggaranya cuman tiang pancang pada pekerjaan tahap awal, dan ini tahap dua akan dilanjutkan sekaligus dengan strukturnya,” akunya.

Meski demikian, tiang pancang yang dimaksud Abdurahman tidak berdiri seperti yang dibayangkan. Namun tiang pancang tersebut hanya berkisar 6 tiang yang ditanam kedalam. Bahkan diduga proyek tahap awal ini dikerjakan dalam hitungan minggu.

Sementara untuk pembangunan gedung depo tahap dua dianggarkan senilai Rp 1.365.945.230. proyek tahap dua ini dikerjakan oleh CV. Dwi Tolire Pratama dengan masa kontrak selama 120 hari terhitung sejak 14 Juli 2022. Namun sampai Oktober 2022 ini, proyek dengan nilai 1,3 miliar itu baru terlihat fondasinya. Padahal masa kontraknya harus berakhir pada 11 November 2022 atau kurang dari sebulan. (ano/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *