Edarkan Sabu, Residivis Narkoba Kembali Ditangkap

Konferensi pers pengungkapan kasus Narkoba oleh BNNP Malut. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara behasil menangkap salah satu pengedar Narkotika, AIM (30).

AIM adalah warga Kelurahan Sangaji, Kota Ternate. Ia juga merupakan residivis dengan kasus yang sama dan pernah dihukum lima tahun prnjara.

AIM ditangkap di salah satu jasa pengiriman barang di Kota Ternate pada Sabtu (1/10) lalu.

Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol Agus Rohmat, mengungkapkan bahwa pihaknya pertama kali mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya pengiriman paket Narkotika jenis sabu dari Kota Medan. Petugas BNNP kemudian menelusuri informasi tersebut tempat ekspedisi.

“Sekitar pukul 22.52 WIT, bertempat di perusahan ekspedisi (jasa pengiriman) di lingkungan Tabahawa, Kota Ternate, tersangka bersama barang bukti diamankan,” ucap Agus dalam konferensi pers di Kantor BNNP Malut, Rabu (2/11).

Pelaku bersama barang bukti dihadirkan pada saat konferensi pers. (Karno/NMG)

Agus menyebut dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti satu paket Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 80,94 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Fino yang digunakan pelaku, satu unit handphone (HP), satu buah tas warna ungu, satu buah plastik putih disertai nomor resi, satu buah jaket, satu buah pipet kaca bening, satu patahan jarum suntik, dan satu buah korek api gas.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 368 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan demikian ancaman pidana kepada tersangka itu penjara minimal 6 tahun dan maksimal seumur hidup,” jelasnya.

Menurut Agus, tersangka IAM diduga berhubungan kuat dengan jaringan dari Lapas Kelas IIA Jambula Kota Ternate.

“Iya diduga kuat berhubungan dengan pelaku yang ada di Lapas, dan kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kemenkumham Malut dan Kepala Lapas. Sekarang sudah dilakukan upaya penggeledahan hingga pemeriksaan yang bersangkutan dari Lapas,” pungkasnya. (ano/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *