Hari Ketiga Festival Teluk Jailolo Menampilkan Teater Kuliner 7 Suku

  • Bagikan
Kadis Pariwisata Halbar, Fenny Kiat, saat mencicipi kuliner 7 suku. (Haryadi Penamalut)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Teater kuliner 7 suku merupakan salah satu rangkaian pada event Festival Teluk Jailolo (FTJ), Kabupaten Halmahera Barat pada tahun ini.

Teater kuliner 7 suku ini ditampilkan tepat di hari ketiga FTJ, Jumat (11/6) tadi.

Kuliner 7 suku ini menampilkan berbagai jenis makanan khas, antara lain nasi bambu, lontong, boko-boko dan makanan lain yang berbahan dasar umbi-umbian, pisang mulu bebe, dan ikan.

Tak lupa juga disuguhkan minuman herbal dalam FTJ ke- 12 yang berlangsung di lokasi wisata air panas, Desa Gamtala ini.

Kuliner 7 suku ini diambil dari makanan khas milik 7 suku asli yang mendiami Kabupaten Halbar, yakni Tabaru, Loloda, Gamkonora, Sahu, Wayoli, Pagu, dan Jailolo.

Selain kuliner, pertunjukan tarian khas berbagai suku juga ditampilkan pada hari ketiga FTJ ini.

Teater kuliner 7 suku adalah salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dirangkaikan dengan kegiatan menyusuri dan menanam mangrove.

Penampilan teater kuliner 7 suku ini sangat dinikmati oleh para pengunjung FTJ yang dihidangkan oleh Chef Narendra Archie bersama Cengkeh Afo Gamalama Spice beserta ibu-ibu komunitas lokal.

Asisiten I Pemkab Halbar, Vence Muluwere, pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa Kharisma Event Nusantara (KEN) FTJ 2021 yang diselenggerakan dengan konsep Hybrid mengangkat tema “The Harmony From Spice Island” itu menggambarkan pelestarian tradisi dan budaya sangat kental di Halbar.

Teater kuliner 7 suku yang ditampilkan menceritakan mengenai ekosistem alam, budaya dan kuliner.

“Dengan penampilan yang ditampilkan ini, harapanny semoga dapat berkesan bagi pengunjung dan memberi manfaat bagi masyarakat Halbar,” harapnya.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatiitas pada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Joshua Simanjuntak.

Sementara Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatiitas pada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Joshua Simanjuntak, yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi.

Pergelaran festival 7 suku yang ditampilkan itu memiliki keunikan yang diangkat dari budaya lokal dan berdampak ekonomi.

“Ini luar biasa. Ada kuliner festival, lalu ada tarian ketemu kuliner. Kuliner juga digali sangat luar biasa, ada sesuatu yang baru. Jadikan festival itu bukan hanya untuk sekadar seremoni atau selebrasi semata, tetapi untuk menggali platform yang dapat dikembangkan,” ujarnya.

Ia berharap dengan munculnya kuliner- kuliner baru, akan memperkaya jati diri yang tentunya perlu dikembangkan.

“Kementrian akan mendukung semua upaya-upaya untuk mengembangkan lebih lanjut lagi ke depannya,” pungkasnya. (Red)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!