Setelah Ternate, 11 Kelurahan di Kota Tidore Juga Terima Dana CFW Program KOTAKU

  • Bagikan
Kepala Satker Pelaksanaan Permukiman BPPW Malut, M Arief, saat memberikan sambutan mewakili Kepala BPPW Malut dalam acara Serah Terima Aset Kegiatan CFW Program KOTAKU di Desa Amper, Kecamatan Oba Utara, Kota TIdore Kepulauan, Rabu (24/11).

PENAMALUT.COM, TERNATE – Alokasi dana kegiatan Cash For Work (CFW) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) tidak hanya diterima oleh 13 kelurahan di Kota Ternate. Alokasi dana serupa juga didapatkan oleh 11 kelurahan dan desa yang ada di Kota Tidore Kepulauan.

Hal ini setelah digelar acara Serah Terima Aset Kegiatan Cash For Work (CFW) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Tidore Kepualauan yang digelar di Desa Ampera, Kecamatan Oba Utara, Rabu (24/11) hari ini.

11 kelurahan dan desa di Tidore yang menerima alokasi dana CFW adalah Desa Galala, Desa Bukit Durian, Desa Ampera, Desa Garojou, Desa Kaiyasa, Desa Toseho, Desa Koli, Desa Nuku, Desa Marekofo, Kelurahan Akelamo, dan Kelurahan Bobo.

Sama halnya dengan 13 kelurahan di Ternate, masing-masing kelurahan dan desa di Kota Tidore tersebut juga menerima alokasi dana sebesar Rp 300 juta yang diperuntukkan untuk perbaikan dan pembersihan infrastruktur yang dibangun Program KOTAKU maupun program infrastruktur lainnya berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasistas masyarakat melalui pelatihan.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara yang diwakili oleh Kepala Satker Pelaksanaan Permukiman BPPW Malut, M Arief, ST, MT, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan CFW bertujuan untuk memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah kerja kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Selain itu, tujuan lainnya adalah membantu masyarakat yang mengalami penurunan atau kehilangan pendapatan serta dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat. Hal ini tentu saja sejalan dengan program pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. Di sisi lain, melalui kegiatan ini juga aset infrastruktur yang telah dibangun melalui program KOTAKU dan program infrastruktur lainnya dapat dijaga dan dipelihara dengan baik,” jelas Arief.

Dirinya berharap, dengan kegiatan CFW ini baik Pemkot Tidore, BPPW Malut, KOTAKU, dan pihak lainnya dapat bersama-sama mengambil peran dalam upaya penyediaan sarana prasarana kawasan permukiman yang lebih baik ke depannya sehingga benar-benar memberi manfaat yang positif kepada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, dalam sambutannya mengharapkan para penerima dan pengelola aset kegiatan CFW dapat memanfaatkan kepercayaan yang diberikan tersebut dengan sebaik mungkin. Terutama dalam menjaga dan memelihara aset infrastruktur yang telah dibangun.

“Walau sebenarnya kami berharap seluruh kelurahan dan desa di Tidore mendapat kepercayaan mengelola dana kegiatan ini, tetapi yang telah ada yakni 11 kelurahan ini sudah sangat kita apresiasi. Atas nama Pemkot juga kita harapkan seluruh tahapan kegiatan ini dapat dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam acara Serah Terima Aset Kegiatan CFW Program KOTAKU Kota Tidore Kepulauan turut dihadiri oleh Kepala Bapelitbang, Kadis PUPR, Kadis Perkimtan, Ketua Pokja PKP Tidore, pihak BPJS Ketenagakerjaan, para Camat 3 kecamatan di Kota Tidore, Tim Leader KOTAKU 08 OSP Maluku Utara, serta para undangan lainnya. (*)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!