Jalan Lingkar Pulau Obi, KATAM: Pemerintah Jangan Buat Sensasi, Baiknya Fokus Koordinasi

  • Bagikan
Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara (Malut) kembali angkat bicara terkait persoalan jalan lingkar Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yang mana pembangunannya menemui kendala karena masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Trimega Bangun Persada (TBP).

Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya jalan lingkar Pulau Obi terhenti karena beberapa dokumen penting tidak terpenuhi.

“Hal ini bisa dilihat dari surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Gubernur Malut tertanggal 31 Mei 2021,” jelas Muhlis, Jumat (27/8).

Untuk diketahui, sambungnya lagi, Gubernur telah menyampaikan permintaan kepada KLHK dengan surat bernomor 522.73/1034/G tertanggal 25 Mei 2021, dengan perihal permohonan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk pembangunan jalan Pulau Obi pada sebagian kawasan hutan produksi tetap (HP) dan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK).

“Akan tetapi, dibalas oleh KLHK untuk surat yang diajukan Gubernur itu, bahwa tidak disertakan dokumen pendukung lainnya,” tandas Muhlis.

Dokumen yang dimaksud di antaranya, izin lingkungan dan dokumen AMDAL, surat bermaterai tentang komitmen penyelesaian tata batas IPPKH dan surat bermaterai menyampaikan kesediaan mengganti biaya investasi pengelolaan/pemanfaatan hutan kepada pengelola/pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan.

“Padahal, terkait IPPKH sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Permen KLHK Nomor P.27/Menklhk/Setjen/Kum.1/2/2019 tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Muhlis, penting kiranya pemerintah terus fokus pada koordinasi guna membangun kesepahaman dengan pihak lain, selain menyiapkan dokumen pendukung.

Apalagi, perencanaan jalan lingkar obi yang paling krusial terdapat pada dua ruas. Yakni ruas jalan Laiuwi-Jikodolong dan ruas jalan Jikodolong- Wayloar-Sum.

“Yang dimana pembangunan tersebut memasuki wilayah utama kegiatan penambangan dan industri salah satu perusahaan tambang,” tutupnya. (*)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!