MAJANG  

Potong Insentif RT, Lurah Stadion Akui Untuk Pembayaran Honor Petugas Posyandu

Lurah Stadion, Sitti Nur Nelny Teng. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Lurah Kelurah Stadion, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Sitti Nur Nelny Teng, memotong insentif sejumlah RT/RW.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Nuansa Media Grup (NMG), insentif RT/RW yang dipotong itu selama satu bulan untuk pembayaran honor petugas Posyandu.

Salah satu sumber yang tidak mau menyebutkan identitasnya menyesalkan tindakan Lurah tersebut, dan meminta Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman agar segera mengganti Lurah Stadion. Sebab bekerja tidak lagi sesuai yang diharapkan masyarakat.

“Kami berharap agar Pak Wali Kota segera mengganti Lurah Stadion ini,” pintanya.

Menyikapi hal itu, Lurah Stadion Sitti Nur Nelny Teng saat dikonfirmasi secara terpisah mengakui, kalau dirinya melakukan pemotongan insentif RT selama satu bulan untuk pembayaran kepada petugas Posyandu sebanyak 10 orang.

“Masalah pemotongan insentif RT yang saya potong untuk petugas Posyandu itu di BKD (Badan Kepegawaian Daerah) juga tahu dan saya sudah selesai. Jadi masalah itu saya, RT dan Posyandu,” ujarnya kepada wartawan NMG saat ditemui di Kantor Lurah, Senin (12/9) kemarin.

Menurutnya, pemotong insentif RT satu bulan itu bukan kemauan sendiri. Tapi karena waktu itu honor petugas Posyandu belum keluar, sehingga dilakukan pemotongan insentif RT untuk dibayarkan kepada petugas Posyandu.

“Karena waktu itu masuk bulan puasa, itu pun saya sudah konfirmasi ke semua RT dan mereka setuju. Itu cuma satu bulan saja yang saya ambil, tapi sudah selesaikan. Jadi masalah insetif RT itu sudah selesai,” tandasnya.

Menurutnya, di Kelurah Stadion terdapat 8 RT dan 4 RW dengan jumlah insentif sebanyak Rp 3,6 juta. Sehingga yang dipotong Rp 2 juta untuk pembayaran honor petugas Posyandu 10 orang masing-masing Rp 200 ribu.

“Tapi selesai itu sudah tutup, dan sudah serahkan ke RT/RW punya. Jadi masalah ini sudah selesai,” sebutnya.

Selain itu, kata dia, untuk masalah 17 Agustus 2022 yang menjalankan proposal itu Ketua panitia sendiri dengan pegawai Kantor Lurah, dan hasil yang didapatkan sebanyak Rp 5,8 juta, bukan Rp 7 juta.

“Mereka pegawai yang pigi tagih dan nilainya yang dikasih tahu itu tidak sampai 7 juta. Proposal itu saya juga jalankan, namun hanya satu proposal. Untuk yang lain itu ketua panitia dan pegawai di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, namun sampai kegiatan 17 Agustus ini selesai dilaksanakan, tidak ada yang tahu mengenai kekurangannya.

“Yang tahu kekurangan itu hanya saya dan panitia yang tahu. Jadi tidak ada orang luar yang tahu,” pungkasnya menutup. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.