MAJANG  

Terkait E-Parkir, Pemkot dan DPRD Ternate Beda Pendapat

Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Anwar Hasjim. (Udi/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Dinas Perhubungan Kota Ternate bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni PT IMM dan PT Seat Work, terkait E-Parkir. Namun demikian, kerja sama tersebut belum disetujui DPRD Kota Ternate.

Kepala Dishub Kota Ternate, Anwar Hasjim, mengatakan kesepakatan masih ditunda karena ada poin-poin yang perlu disetujui bersama, baik itu jangka waktunya, tenaga kerja yang dialihkan PTT maupun nilai investasinya.

“Jadi itu belum ada kesepakatan bersama, sehingga akan diagendakan berikutnya lagi,” kata Anwar usai menggelar rapat dengar pendapat bersama DPRD, Senin (21/11).

Anwar bilang, perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga yang ditawarkan pihaknya yaitu 5 tahun, namun dari pihak DPRD merasa jangka waktunya terlalu lama. Sehingga itu DPRD menawarkan 3 tahun. Tetapi, kata Anwar, pihaknya dari Pemkot belum menyetujui tawaran itu, sehingga belum ada titik terang.

“Tenaga kerja ini dari PTT Dishub sebagian yang dialihkan sesuai kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan, itu juga belum ada titik temu,” katanya.

Saling tarik ulur ini belum ada titik temu, sedangkan nilai investasi belum juga disepakati. Pihak ketiga menawarkan nilai investasi ke Dishub sebesar Rp 6.600 miliar selama 5 tahun, sehingga itu yang memicu perbedaan pandangan dengan DPRD.

“Nilai investasi di tanggung pihak ketiga dan lebih besar juga lebih bagus, setelah perjanjian kerja sama berakhir berarti peralatan sudah menjadi milik Dishub,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anwar merinci untuk E-Parkir ini ditargetkan di lima titik di Kota Ternate. Meski begitu, kelima titik E-Parkir yang sementara ini dibahas di antaranya Taman Nukila, Selecta, Apotek Setia Farma, Gloria dan Toko Buku Amanah.

Selain itu, lanjut Anwar, PTT yang dialihkan ini nanti dibicarakan secara teknis berapa banyak kemampuan perusahaan, baik menyangkut dengan gaji dan hasil pendapatannya.

“Karena pembagian 60 untuk pihak ketiga dan 40 untuk Dishub. Sebab skema pembayaran gaji dibayar oleh mereka. Sementara ini masih 5 titik yang dilakukan E-Parkir nanti berjalan waktu baru dilihat keberadaannya,” pungkas Anwar. (udi/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *